Setelah diguyur hujan beberapa hari, beberapa kecamatan di Kabupaten Gresik terendam banjir. Selain Desa Banyuurip yang terkena musibah jalan kabupaten yang rusak karena hantaman gelombang pasang air laut, kini giliran Kecamatan Bungah. Beberapa desa, diantaranya Desa Sukowati dan Mojopurogede terendam air sampai setinggi lutut. Berdasarkan pemantauan di lapangan, kondisi ini diperkirakan akan semakin kritis mengingat curah hujan yang masih tinggi dan kehawatiran meluapnya air dari Bojonegoro.
Saat ini kondisi banjir di Bojonegoro sudah parah, sehingga jika permukaan air sungai sudah di ambang batas, maka bendungan akan dibuka untuk mencegah jebol. Sehingga dengan dibukanya bendungan itu, otomatis air akan menuju Gresik. Di Bungah sendiri, bendungan sudah jebol sepanjang 5 meter sehingga menyebabkan air menggenangi pemukiman penduduk. Di Dusun Pucung, Desa Sukowati, akses menuju ke sana sangat sulit karena genangan air yang dalam. Untuk menuju lokasi, sekarang hanya bisa ditempuh dengan perahu. Beberapa Ormas dan LSM sudah terlihat membuka posko-posko bantuan. Salah satunya posko milik PD Muhammadiyah Gresik yang terbagi menjadi 2 posko, yakni posko penerimaan di depan kantor PDM, GKB Gresik. Dan posko distribusi dan evakuasi di Perguruan Muhammadiyah Bungah.
Pemerintah sendiri masih belum terlihat turun tangan dalam menyikapi masalah banjir ini.


http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/23/negara-tidak-berhak-membubarkan-ahmadiyah/
ndungo wae ce’e pemda kelem……
kapan Anda menulis Driyorejo
Salam dari kami
wong gresik kidul
Semoga pemkab maupun pemda dapat memberikan solusi konkrit untuk penduduk yang terkena dampak DAS Bengawan Solo..
gresik……..??????