Skip to content

Rioyo, Lyn narik tarif sak karep’e dewe

Oktober 19, 2007

GRESIK – Lebaran menjadi aji mumpung bagi para sopir angkutan penumpang umum. Tidak terkecuali sebagian awak angkutan kota dan angkutan desa yang beroperasi di Gresik. Meski pemerintah tahun ini tidak menetapkan adanya kenaikan tarif penumpang, sejumlah angkutan umum (bemo) menarik ongkos penumpang lebih mahal daripada biasanya. Alasannya klasik, Lebaran cuma setahun sekali.


Itu terlihat seperti yang dipergoki koran ini di angkutan lyn SG rute Jembatan Merah-Terminal Bunder, Gresik. Tarif normalnya Rp 4 ribu. Tapi, kali ini sopir tidak segan-segan menarik ongkos ke penumpang hingga Rp 5 ribu. Kalau yang naik dari Tambakosowilangun ke Gresik, biasanya tarif cukup Rp 3.000 menjadi Rp 4.000. “Setahun sekali, Mas.-Masak-ndak-boleh narik lebih,” kata Matrawi, kernet bemo lyn SG.

Demikian juga halnya dengan angkutan lyn merah jurusan Pasar Gresik-Cerme. Tarif normalnya Rp 2 ribu sekali jalan. Namun, kali ini ongkos penumpang naik hingga Rp 3 ribu. “Terpaksa, Mas, daripada ndak dapat bemo. Kami berharap agar pemerintah ikut menertibkan yang nakal-nakal gitulah. Katanya ndak ada kenaikan, kok mereka narik ongkos seenaknya sendiri,” keluh Ny Muntiah, warga Tambakberas, Cerme.

Ulah awak bemo nakal juga terjadi di jalur bemo oranye yang melayani rute Pasar Gresik-Metatu. Tarif resmi Rp 2.000 dinaikkan menjadi Rp 2.500 hingga Rp 3.000. “Kalau dikasih uang pas Rp 2.000, mereka minta tambah Rp 500 atau Rp 1.000. Kalau dikasih uang Rp 5.000, cuma dikasih kembali Rp 2.000. Alasannya, karena Lebaran,” keluh Rahmat, warga Metatu, Cerme. (wko)

Dijupuk teko: Jawapos, 18 Oktober 2007

One Comment leave one →
  1. Oktober 19, 2007 2:14 pm

    Iki repot. Supir lyn ditarik larang karo sing duwe lyn. Supir’e yo butuh duik tambahan gawe tuku klambine anak’e pas rioyo. Iyo lek pegawai negeri utowo pegawai pabrik, sik ono sing ngeke’i THR. lha supir len, sopo sing ngeke’i?

    Tapi yo ngono, lek narik tarip ojo larang-larang. Eling, sing numpak gak kabeh wong nduwe duwik (lek nduwe duwik, yo tuku sepeda motor wae) …..

    Penak’e lyn iku diurusi negoro wae. Supir digaji negoro. Penumpang gak usah mbayar. Lha lek ngono, lyn yo gak perlu ngetemm suwi-suwi. Penumpang yo gak telat…

    Piye konco sing liyo?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: