Skip to content

Polisi diantemi tukang parkir

Oktober 19, 2007

GRESIK – Nasib sial menimpa Brigadir Kariyo Sujono, 32, anggota Unit III Sat Narkoba Polres Gresik. Hanya disebabkan salah paham, lelaki berbadan kurus itu babak belur karena digebuki juru parkir di Jalan Panglima Sudirman kemarin (19/10). Peristiwa unik tersebut terjadi setelah Karyo, panggilan akrabnya, membayar rekening listrik.

Seusai membayar rekening listrik, Karyo mengambil sepeda motor Jupiter MX-nya. Tiba-tiba, dia melihat kondisi motor tersebut tidak beres. Handle kopling macet. Selain itu, terdapat goresan di bodi motor tersebut. Bintara Polres Gresik itu lalu bertanya kepada Ridwan, 20, juru parkir di tempat tersebut.

Ditanya baik-baik, Ridwan justru salah paham. Maka, terjadilah percekcokan di antara keduanya. Belum reda, tiba-tiba dari arah belakang, Pulung Kusmadi, 33, juru parkir lainnya ikut nimbrung dan langsung menghajar kepala dan pelipis Karyo. Rupanya, pelaku tidak sadar sedang menghajar polisi berpakaian preman. Apalagi, Karyo sama sekali tidak melawan. Polisi itu lebih memilih menghubungi korpsnya untuk mengamankan pelaku.

Tidak berapa lama, polisi berseragam pun datang dan mengamankan pelaku yang tinggal di Kelurahan Singosari, RT 04/RW 10, Kecamatan Kebomas, tersebut.(wko)

Dijuput teko jawapos, 20 Oktober 2007

3 Komentar leave one →
  1. ahmadfk permalink*
    Oktober 28, 2007 11:51 pm

    Wah mas, lucu iku pengalamane sampeyan! podo karo aku winggi, arep’e ditilang polisi pekoro goncengan gak gawe helm. Tapi yo aku ngeyel wae, akhir’e gak sido ditilang…

    Jane ngono yo, lek polisi iku bener yo gak popo. Sing soro lak umpomo mbujuk’an koyok kasus’e sampeyan iku…

  2. Oktober 28, 2007 8:52 am

    mm..kejadian menarik pas aku pulang mudik kmrn.
    lama ga pulang aku lupa klo dr jl.proklamasi ke utara (perlimaan petro) ga boleh lgsg belok kiri ke jl.dr.soetomo (lagian rambunya udah karatan alias ga keliatan lagi) dan di depan ada pak polisi.
    prittt…peluit deh..pak pol ngajak ngobrol2 sambil liat surat kelengkapan trus nulis2 di buku kayak notes, karena aku tau itu bukan surat tilang aku nanya “surat apaan itu pak?” eh pak polisi malah cemberut dan langsung nulis surat tilang.
    pas pak pol lg nulis aku perhatiin notes td ternyata semacam buku catatan doang, pas aku tanya lagi dianya malah marah2 dan langsung merampas buku itu dan eiittsss di bawahnya ada uang 10.000…jd kepikiran kayaknya td dia cuma mo gertak aku yg ujung2nya pasti minta duit dehh….
    yang jelas pak pol marah2 mulu selama nulis surat tilang sampe diliatin orang se-warung (dekat halte yg ada tambal ban) hahahaha….ga dapat jatah marah itu pak ma’udi (nama polisi itu) glek…glek…

  3. Dimas permalink
    Oktober 19, 2007 10:29 pm

    Yo iki sing bener. Pisan-pisan polisi diantemi wong sipil. Biasane wong sipil sing diantemi polisi.

    Tapi ketok’ane gak keroso antemane tukang parkir iku mau. Buktine polisine gak ngelawan. Dianggep dicokot semut be’ne. Tapi lek tukang parkir akeh sing ngerewangi, yo koyok dikerubung semut. Bakal ketangis polisine.

    Aku mikir nang kantor polisi, opo tukang parkir’e sing ganti digepuk’i polisi sak taek ndayak…wah ngijetno iku…

    Mangkane ta cak, dadi polisi ojo seneng nuduh. Dadi tukang parkir ojo seneng emosi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: