Skip to content

PANTAI GRESIK, BAU, KOTOR DAN RUWET

Desember 24, 2007

Pantai

Saya masih ingat ketika dulu sering berplesir bersama keluarga melihat-lihat indahnya pantai Gresik. Pantainya berpasir, landai dan bersih. Banyak orang yang suka bermain dan berlibur bersama keluarga dan teman mereka ke pantai Gresik. Entah hanya untuk melihat indahnya pemandangan laut atau sekalian naik perahu sewaan yang banyak tersedia di pinggir pantai. Nun jauh disana terlihat perahu nelayan terombang-ambing di tengah lautan, sedang menangkap ikan. Kapal-kapal yang lebih besar bersandar di pelabuhan. Semua itu membentuk pemandangan dan kesan yang dalam tentang pantai utara kota Gresik.

Namun kini keadaannya sangat lain. Beberapa bagian pantai, seperti di desa Kroman dan Lumpur, sudah tidak berpasir, tetapi berlumpur busuk, bercampur dengan beraneka sampah. Muara dari kalitutup berisi sampah plastik, limbah rumah tangga dan limbah pabrik. Apabila kita melintas, maka bau busuk menyengat akan sangat terasa, belum lagi pemandangannya yang tidak indah, kumuh, kotor dan jorok.

Di sebelah timur, meski masih berpasir, sudah tidak bisa dijadikan tempat rekreasi lagi, atau hanya sekedar menikmati keindahan. Sudah dibangun pabrik-pabrik, dermaga bongkat muat dan berbagai bangunan lainnya. Tiap hari, kapal-kapal besar bersandar dan memuntahkan minyak ke lautan. Dermaga pelabuhan III, yang dulu indah dan sangat tepat dijadikan tempat melihat matahari terbit dari balik horison pantai, kini keadaannya kumuh.

Perumahan di sekitar pantai sangat padat. Warga selalu membuang sampah ke sungai atau pantai. Akibatnya pantai menjadi kotor. Buang air juga sering ke sungai, yang akhirnya ke laut, juga di pantai.

Rencana reklamasi pantai yang dianggarkan menghabiskan dana 2,8 Milyard juga belum jelas juntrungnya. Pengurukan bukan menggunakan bahan padat/keras, hanya tanah lumpur di sekitar pantai.

Tumbuhan bakau habis karena pencemaran dari limbah buangan pabrik. Ikan menghilang karena lalu lintas laut yang terlalu ramai dan pencemaran air yang akut, sehingga nelayan mesti melayar lebih jauh ke tengah laut.

Oh, pantai Gresik, malang nian nasibmu. Kapan lagi kita bisa melihat indahnya pantai Gresik dengan deburan ombaknya, dilatarbelakang pulau Madura, tanpa alas kaki berjalan di atas pasir sampai kaki tersapu ombah dan meninggalkan buih. Mungkin tidak selamanya!

17 Komentar leave one →
  1. Juni 1, 2009 5:14 am

    zup!!!!!msa’ no iwak2 e.omahe dadi akh rgete…nangs kbeh…he3…..

  2. Mei 20, 2009 9:05 am

    gak semua kota punya pelabuhan. kenapa g kita jaga pelabuhan agar tetep bersih n bisabuat wisata jeh….

  3. firgita permalink
    April 16, 2009 5:57 am

    thanx alot bwt info nya.

    tp aq lbh butuh bnyk lg all about kawasan pesisir&laut kecamatan gresik (daerah belakang pt. smelting,pelabuhan dll)

    untuk keperluan skripsi masalah pencemaran air laut kecamatan gresik.

    bisa tlng bantuannya info yg lbh lengkap.

    trimakasih

  4. Agustus 17, 2008 1:03 pm

    Emang gresik lambat laun jadi kota industri yang semakin kaya polusinya. Udara semakin panas dan yang namanya pantai gresik aduh udah dehh…
    Tapi however dy masih punya Pulau Bawean, yang masih terjaga keasrian alam pantainya.Secara jauh dari pabrik2

  5. Juni 4, 2008 10:14 am

    sekedar silaturahmi aja mas..semoga sesama blogger saling silaturahmi..dan menjalin persaudaraan

  6. koko permalink
    Mei 7, 2008 6:17 am

    plabuhan gresik elek seru, tolng di perbaiki ya…….. sma jadi plabuhan internasional

    • Mei 30, 2009 7:18 am

      papaaaaa….
      aku anakmu yang sudah lama hilang.
      aku kemarin ketinggalan di pelabuha. internasional.

      papaaaa.
      tugas plhnya disuru beli koran bekas 2 kg.

      beliin ya pa,

      miss yuu, anakmu.
      buat papa koko

      • Juni 2, 2009 2:56 am

        Mb’2,jo’ anh2…
        le’ kumat jo’ nenk kne

  7. April 17, 2008 7:08 am

    biyen segoro kroman memang rijik,ttapi saiki lumpur e megilan jembrot e dang rusu seru…! opo sebab rek..!

  8. Maret 31, 2008 9:40 am

    Mangkanya… Pindah dong jalan-jalannya ke Panceng… Hehehe… Panceng memang jitu😛

    • Mei 30, 2009 7:22 am

      jitu apanya maaasss.!!!?????????????
      kon xing duwe panceng ta.???

      sok tewu deh

  9. Watuitem permalink
    Januari 4, 2008 8:01 am

    emang gresik punya pantai ?

    • Mei 30, 2009 7:21 am

      adda giblik.
      pantai delegan ndul,
      xing nak panceng igku looh.
      panceng doudo.
      kampunge gebe.
      karo siti sofiyah.

      doleno ta,

      numpak nenes karo pak jebot.

      viva wisid

  10. lamepool permalink
    Desember 28, 2007 5:36 pm

    bupati saat itu (aku lupa siapa??) dengan sangat tangkas membantah dan dia bilang klo gresik lg punya program langitku biru lihat saja masih banyak burung-burung disekitar pabrik, kalau beracun mana mungkin mereka hidup, bullshit…!!!

  11. Desember 26, 2007 12:26 pm

    *OOT*

    Banner Wong Gresik ngeblog
    dapatkan disini!

    mari kita support dan kita dukung demi terciptanya wadah bagi blogger Gresik!

  12. Desember 24, 2007 7:46 am

    satu lagi, pemda yang punya ‘kekuatan’ harusnya bisa memaksa industri-industri yang mempunyai pelabuhan sendiri untuk dapat lebih memperhatikan kondisi lingkungan pantai dan demografi masyarakat di sekitar pelabuhan masing-masing, tidak hanya sekedar reklamasi pantai dan membangun pelabuhan doang….(misal pelabuhan batu bara di lumpur/kroman yang mencemari udara sekitar, udah pernah diprotes ke DPRD tapi apa????? ga ngaruh, wong DPRDne yo kebagian!!)

  13. Desember 24, 2007 7:41 am

    mmmhhh…perasaan sebagai wong lumpur, dari dulu aku ga tau klo pantainya dulu berpasir (ato mungkin timbunan pasir??)
    anyway, emang gresik (terutama daerah pantai) emang sudah ancur banget, aku pernah ngobrol ama nelayan daerah lumpur (yang jumlahnya pun sudah jauh berkurang) bahwa mereka sekarang kalo melaut cari ikan harus sangat jauh ke tengah selat madura (melewati lampu sembilangan) padahal dulu kala cuma disekitar pelabuhan aja udah bisa banyak menghasilkan.
    haruskah menyalahkan pembangunan?? reklamasi pantai yang tidak dibarengi dengan analisa amdal (kalaupun ada, aku yakin cuma sekedar syarat proyek doang)
    tahun-tahun 90-an pernah ada penelitian dari its yg menyatakan bahwa udara gresik udah sangat tercemar dan kota gresik sudah tidak layak huni, namun bupati saat itu (aku lupa siapa??) dengan sangat tangkas membantah dan dia bilang klo gresik lg punya program langitku biru, bullshit…!!!
    sampai sekarang bisa kita lihat, semua elemen lingkungan di gresik sudah sangat tercemar dan rusak!!! PEMBANGUNAN TANPA INTEGRASI LINGKUNGAN!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: