Skip to content

SUNGAI SAMANHUDI

Desember 29, 2007

Kalau jalan Samanhudi mungkin sebanyak orang Gresik yang sudah tahu, tapi kalau Sungai Samanhudi insyaallah tidak ada orang yang tahu, meskipun dia sudah bongko’en tinggal di Gresik. Bukannya sungai ini tidak terkenal, tetapi memang tidak ada secara resmi. Sungai ini muncul hanya pada saat-saat tertentu saja, yakni pada saat: Hujan Deras!.

 Bajir

Jalan Samanhudi (jalan depan pasar Gresik), kalau hujan deras, bisa dipastikan akan tergenang air dengan kedalaman yang cukup membuat sepeda motor mogok. Sepanjang jalan Samanhudi, mulai dari perempatan pasar sebelah barat sampai ujung timur (perempatan Bata) penuh dengan luberan air yang berasal dari Karangturi dan sekitarnya. Kondisi selokan yang sempit dan penuh dengan sampah membuat air hujan tidak bisa bebas mengalir ke laut. Apalagi kali tutup juga kondisinya tidak mampu menampung debit air yang besar jika hujan deras mengguyur.

Sehingga bisa kita saksikan, pada saat hujan deras, jalan Samanhudi akan hilang dan berganti menjadi Sungai Samanhudi. Banyak anak-anak kampung sekitar yang bermain hujan-hujanan di jalan, membuat lalu lintas semakin terganggu. Sepeda motor mogok dan mobil berjalan lambat.

Kondisi semakin parah seusai hujan. Timbunan sampah bercampur lumpur busuk dari got dan selokan perkampungan di sebelah selatan jalan memenuhi badan jalan. Timbunan sampah ini mengindikasikan warga masih suka membuang sampah ngawur di jalan, sehingga pada saat hujan, sampah tersebut hanyut ke selokan. Selain tertimbun di jalan, sampah juga tertimbun di muara pantai Gresik. Membuat pencemaran dan bau busuk.

Wis..wis..gak genah kabeh.

4 Komentar leave one →
  1. adi darmawan permalink
    Maret 10, 2009 5:17 am

    nang daerah samanhudi, pasar sindujoyo, ket biyen sering banjer.. ket eson cilik sampek gede… g tau diurusi.. karo pemdah… makano iku mene pemilihan bupati milio wong seng asli teko gresik kota…. supoyo kotane di urusi….

  2. Oktober 2, 2008 7:01 pm

    Sungai samanhudi?
    wah fenomena baru di gresik donk!

    bs jg buat menarik wisatawan kali ya!

  3. aliyulwafa permalink
    Mei 4, 2008 7:54 am

    wuakeh kali anyar ndek ngGresik, onok Kali Roomo, Kali Tenger, Kali-kali aje pemerintah gak ngurusi rakyate.

    Promote; wafagresik.co.cc

  4. Watuitem permalink
    Januari 4, 2008 7:55 am

    Masih banyak juga mas, jalan yang berubah jadi sungai kalau hujan, apalagi hujan deras.
    Aku cuman bisa beritahu, tapi ga pernah sempet motret, maklum ga punya kamera digital, durung ono duwit nggo tuku, he he he …….

    Pertigaan Randuagung, Kebomas dan Petro, Tau kan. Di situ ngga bisa disangkal pasti banjir kalau hujan,

    Pasar Sidomoro yang belum juga permanen dan menggunakan separuh jalan Kapten Dulasim sebagai lokasi, di situ juga pasti jadi sungai kalau hujan, bahkan gerimis sekalipun, plus bau khas selokan yang menyengat.

    Bahkan jalan Panglima Sudirman yang notabene selama ini selalu steril dari “menjadi sungai”, sekarang juga sudah mulai menunjukkan gejala. Bila hujan deras berubah menjadi sungai dengan arus yang sangat deras, bisa dipake rafting kali ya.

    Itu ae tambahannya.
    Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: