Skip to content

Asal-usul jeneng nggon

Gawe sampeyan sing ngerti asal-usul’e jeneng nggon-nggon nang Gresik (koyo toh jeneng’e Ndeso, Kecamatan, Kampung …, dlll) iso sampeyan tulis nang kene supoyo konco sing liyo iso podo ngertine…..Lan supoyo wong liyo iso sharing (boso’e bule) opo bener asal-usul’e nggon sing sampeyan sebutno iku bener koyo ngono…

67 Komentar leave one →
  1. jws_lanco permalink
    Juli 7, 2015 7:44 pm

    KECAMATAN Duduksampeyan berada di jalur pantai
    utara, perbatasan Kabupaten Gresik dan Lamongan.
    Nama wilayah itu memang punya arti lain. Secara
    sederhana, dalam bahasa Jawa Timuran, duduk
    sampeyan bisa berarti ”bukan Anda”. Tapi, cerita-
    cerita yang berkembang dari mulut ke mulut tidak klik
    dengan arti tersebut.
    Ya, nama daerah itu memang tidak punya kajian
    akademis. Semuanya bersumber dari tuturan yang
    sudah turun-temurun.
    Adalah Kuat, 94, tokoh sepuh di Duduksampeyan, yang
    menuturkan kisah tersebut. Veteran perang Barisan
    Keamanan Rakyat (BKR) dengan pangkat terakhir
    sersan mayor itu bercerita tentang seorang pertapa
    misterius. Pada suatu saat, pertapa renta dengan
    jenggot panjang itu berdiri di kampung yang kini
    menjadi wilayah Duduksampeyan. Orang tersebut
    bercerita bahwa dirinya baru saja metu dari Tatu. Kini
    tatu yang juga bisa berarti luka itu menjadi Desa
    Metatu, Kecamatan Benjeng, Gresik.
    Pria yang diyakini sebagai seorang ulama tersebut
    berjalan melintasi Jatirembe, lalu Sumengko, dan
    berakhir pada sebuah kampung sunyi. Rumah penduduk
    hanya sekitar 50 buah. ”Belum ada pasar dan rel
    kereta api ,” cerita suami Rukiyani, 83, itu.
    Melihat seorang tua yang kondisinya memprihatinkan,
    seorang warga meminta orang tersebut untuk
    beristirahat. ” Sampeyan lenggah mriki (Anda duduk di
    sini, Red),” kata Kuat, menceritakan kisah yang
    diingatnya sejak belia itu. Penduduk tersebut lantas
    memberikan minuman kepada orang tua itu. Setelah
    minum, orang tersebut meneruskan perjalanan. Nah,
    sebelum kembali mengembara, tempat peristirahatan
    sementara itu dinamainya Duduksampeyan.
    Entah, apa sebenarnya maksud nama itu. Apakah kata
    ”duduk” tersebut mengacu pada kata lenggah?
    Rasanya memang agak tidak klop. Sebab, ratusan tahun
    lalu pemakaian bahasa Melayu belum banyak dikenal
    orang. Selain itu, lucu rasanya kalau duduk sampeyan
    benar-benar bermakna ”bukan Anda”. Entah kalau
    ketika wali tersebut ditawari duduk, lalu ada orang lain
    yang ikut-ikutan duduk, dan penduduk lain langsung
    nyeletuk , ”Huss, duduk Sampeyan !”
    Kisah-kisah tersebut memang tidak punya landasan
    ilmiah. ”Cerita itu saya dengar, katanya dari kejadian
    ratusan tahun sebelumnya. Dalam setiap pengajian, Pak
    Kiai selalu membacakan surah Al Anbiah sambil
    bercerita tentang wali tersebut,” kata lelaki dengan 12
    anak dan 16 cucu tersebut.
    Cerita folklore itu memang masih lestari di
    Duduksampeyan. Terlebih karena di wilayah itu ada
    empat sesepuh. Usia mereka rata-rata di atas 90
    tahun. ”Salah satunya ya , Pak Kuat,” kata Camat
    Duduksampeyan Hari Syawaluddin. Dengan usia hampir
    seabad, daya ingat Kuat masih kuat. Tak heran, lanjut
    mantan camat Manyar itu, Kuat selalu dipanggil pada
    malam renungan peringatan Hari Kemerdekaan, 17
    Agustus, di kampung-kampung. Kuat diundang untuk
    bercerita tentang asal-usul nama Duduksampeyan.
    Hari berharap suatu saat ada kajian akademis. Bukan
    itu saja, sosok wali atau orang sepuh yang menjadi asal-
    usul nama itu juga kudu dikejar. Sebab, orang tua itu
    terbukti punya pengaruh pada sejarah kawasan
    tersebut. Sebut saja Desa Metatu dan Jatirembe di
    Kecamatan Benjeng. Juga, Sumengko dan
    Duduksampeyan di Kecamatan Duduksampeyan.
    Jadi, siapa yang mau meneliti? Apakah Sampeyan ?
    Atau, duduk Sampeyan ?

    #salam_KRETO.JOWO ✌

  2. Noor Indahwati permalink
    Januari 28, 2015 3:17 pm

    aq nyoba njawab pertanyaane Bima yooooo, asal usule desa Karangpoh…soale aq lahire neng Karangpoh. Jare emakq, karang Poh biyen kuwih panggonane kebon wit pelem, wong Gresik ngomonge pelem iku yo Poh….ngunu, Biiiii…Belive or not, up to you, Biii

  3. bima permalink
    Mei 3, 2013 8:29 am

    He Rek opo asal usul.e karang poh

  4. Desember 30, 2012 11:28 am

    dusun kalianyar….

    jarene wonk biyen, ono widodari 7 seng ate ados ng t4 kui. tapi golek i banyu gk onok. wak panci dkk di kongkon gawe kali kanggo aduse widodari maenk……
    jadilah dusun KALIANYAR hhahhahahah

  5. aby permalink
    Juli 17, 2012 5:56 am

    qw aby thu asl usul jomplangan

    by arek pangkah

  6. alfan permalink
    April 24, 2012 3:53 am

    aq maun thu asal usul kec cerme

    by arek apasari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: